Lab Struktur dan Bahan Bangunan
Laboratorium Struktur dan Laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengujian dan analisis terhadap bahan bangunan, termasuk beton, baja, dan material lainnya.
Peralatan Laboratorium
Daftar peralatan yang tersedia di Lab Struktur dan Bahan Bangunan untuk mendukung kegiatan praktikum dan penelitian.
Botol le Chatelier
Mengukur volume yang dipindahkan oleh sejumlah massa serbuk (misalnya semen) yang dimasukkan ke dalam cairan yang telah diukur volumenya secara akurat
Alat Vikat dan Cincin Conis
Menentukan konsistensi normal dan waktu pengikatan (setting time) dari pasta semen hidrolik.
Mixer
Menghasilkan adukan (pasta, mortar, atau beton) dengan kualitas seragam, terdistribusi merata, dan konsisten untuk serangkaian pengujian.
Gelas Ukur
Mengukur volume cairan atau larutan dalam jumlah tertentu dengan ketelitian sedang.
Saringan
Menentukan gradasi atau distribusi ukuran butir suatu agregat yang hasilnya digunakan untuk menentukan kualitas dan proporsi agregat dalam campuran beton atau bahan konstruksi lainnya.
Piknometer
Mengukur volume yang akurat dari suatu massa bahan dengan prinsip perpindahan cairan (fluida), yang kemudian digunakan untuk menghitung berat jenis bahan tersebut.
Kerucut Terpancung
Mengukur kekentalan (konsistensi) atau kemampuan kerja (workability) adukan beton dan dapat digunakan untuk memastikan agregat halus memiliki kadar air yang tepat sebelum digunakan untuk pengujian berat jenis atau campuran beton.
Mould dan Penumbuk
Penumbuk atau Tamping Rod adalah batang baja polos yang digunakan untuk memadatkan (menusuk) material di dalam mould atau kerucut terpancung. Mould adalah wadah logam atau plastik yang digunakan untuk mencetak beton segar menjadi bentuk dan ukuran standar tertentu yang akan digunakan sebagai benda uji (specimen).
Neraca Ohaus
Mengukur massa bahan-bahan dengan tingkat ketelitian tinggi, seperti agregat (pasir, kerikil), semen, atau benda uji kecil.
Mesin Los Angeles
Menentukan ketahanan agregat kasar (kerikil/batu pecah) terhadap keausan (abrasi), pukulan, dan gesekan yang disebabkan oleh kombinasi penggerusan dan benturan.
Mesin Sieve Shaker
Memisahkan material granular (agregat, tanah, serbuk) menjadi berbagai fraksi berdasarkan ukuran partikelnya dalam menentukan gradasi bahan.
Mesin Pengaduk Beton (Molen)
Mencampur bahan-bahan penyusun beton, yaitu agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, dan air, hingga menjadi adukan beton yang homogen (merata) dan konsisten.
Alat Uji Slump Beton
Mengukur nilai slump, yaitu penurunan tinggi adukan beton segar setelah cetakan diangkat. Nilai slump ini menunjukkan seberapa kaku atau cair adukan beton, yang sangat memengaruhi kemudahan penuangan dan pemadatannya.
Cetakan Silinder Beton
Membentuk adukan beton segar menjadi spesimen dengan dimensi yang sangat spesifik dan presisi. Spesimen ini kemudian diawetkan (curing) dan diuji kuat tekannya (biasanya pada usia 7, 14, atau 28 hari) menggunakan Mesin Uji Tekan (Compression Testing Machine).
Alat Capping
Memastikan distribusi beban aksial yang seragam (merata sempurna) dari mesin uji tekan ke seluruh permukaan ujung silinder.
Compression Testing Machine
Menentukan kuat tekan (kekuatan) material, terutama beton (silinder atau kubus), dengan memberikan beban tekan hingga sampel hancur.
Hammer Test
Memperkirakan secara cepat kekuatan tekan (mutu) beton yang telah mengeras di lapangan atau di laboratorium.
Universal Testing Machine
Menentukan sifat-sifat mekanis material seperti kuat tarik (tensile strength), kuat tekan (compressive strength), kuat lentur (flexural/bending strength), modulus elastisitas, serta regangan (strain) dan tegangan (stress).