Lab Struktur dan Bahan Bangunan
LSBB

Lab Struktur dan Bahan Bangunan

Lokasi: Ruang D 103

Laboratorium Struktur dan Laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengujian dan analisis terhadap bahan bangunan, termasuk beton, baja, dan material lainnya.

Peralatan Laboratorium

Daftar peralatan yang tersedia di Lab Struktur dan Bahan Bangunan untuk mendukung kegiatan praktikum dan penelitian.

Gambar tidak tersedia

Botol le Chatelier

Mengukur volume yang dipindahkan oleh sejumlah massa serbuk (misalnya semen) yang dimasukkan ke dalam cairan yang telah diukur volumenya secara akurat

Gambar tidak tersedia

Alat Vikat dan Cincin Conis

Menentukan konsistensi normal dan waktu pengikatan (setting time) dari pasta semen hidrolik.

Gambar tidak tersedia

Mixer

Menghasilkan adukan (pasta, mortar, atau beton) dengan kualitas seragam, terdistribusi merata, dan konsisten untuk serangkaian pengujian.

Gambar tidak tersedia

Gelas Ukur

Mengukur volume cairan atau larutan dalam jumlah tertentu dengan ketelitian sedang.

Gambar tidak tersedia

Saringan

Menentukan gradasi atau distribusi ukuran butir suatu agregat yang hasilnya digunakan untuk menentukan kualitas dan proporsi agregat dalam campuran beton atau bahan konstruksi lainnya.

Gambar tidak tersedia

Piknometer

Mengukur volume yang akurat dari suatu massa bahan dengan prinsip perpindahan cairan (fluida), yang kemudian digunakan untuk menghitung berat jenis bahan tersebut.

Gambar tidak tersedia

Kerucut Terpancung

Mengukur kekentalan (konsistensi) atau kemampuan kerja (workability) adukan beton dan dapat digunakan untuk memastikan agregat halus memiliki kadar air yang tepat sebelum digunakan untuk pengujian berat jenis atau campuran beton.

Gambar tidak tersedia

Mould dan Penumbuk

Penumbuk atau Tamping Rod adalah batang baja polos yang digunakan untuk memadatkan (menusuk) material di dalam mould atau kerucut terpancung. Mould adalah wadah logam atau plastik yang digunakan untuk mencetak beton segar menjadi bentuk dan ukuran standar tertentu yang akan digunakan sebagai benda uji (specimen).

Gambar tidak tersedia

Neraca Ohaus

Mengukur massa bahan-bahan dengan tingkat ketelitian tinggi, seperti agregat (pasir, kerikil), semen, atau benda uji kecil.

Gambar tidak tersedia

Mesin Los Angeles

Menentukan ketahanan agregat kasar (kerikil/batu pecah) terhadap keausan (abrasi), pukulan, dan gesekan yang disebabkan oleh kombinasi penggerusan dan benturan.

Gambar tidak tersedia

Mesin Sieve Shaker

Memisahkan material granular (agregat, tanah, serbuk) menjadi berbagai fraksi berdasarkan ukuran partikelnya dalam menentukan gradasi bahan.

Gambar tidak tersedia

Mesin Pengaduk Beton (Molen)

Mencampur bahan-bahan penyusun beton, yaitu agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, dan air, hingga menjadi adukan beton yang homogen (merata) dan konsisten.

Gambar tidak tersedia

Alat Uji Slump Beton

Mengukur nilai slump, yaitu penurunan tinggi adukan beton segar setelah cetakan diangkat. Nilai slump ini menunjukkan seberapa kaku atau cair adukan beton, yang sangat memengaruhi kemudahan penuangan dan pemadatannya.

Gambar tidak tersedia

Cetakan Silinder Beton

Membentuk adukan beton segar menjadi spesimen dengan dimensi yang sangat spesifik dan presisi. Spesimen ini kemudian diawetkan (curing) dan diuji kuat tekannya (biasanya pada usia 7, 14, atau 28 hari) menggunakan Mesin Uji Tekan (Compression Testing Machine).

Gambar tidak tersedia

Alat Capping

Memastikan distribusi beban aksial yang seragam (merata sempurna) dari mesin uji tekan ke seluruh permukaan ujung silinder.

Gambar tidak tersedia

Compression Testing Machine

Menentukan kuat tekan (kekuatan) material, terutama beton (silinder atau kubus), dengan memberikan beban tekan hingga sampel hancur.

Gambar tidak tersedia

Hammer Test

Memperkirakan secara cepat kekuatan tekan (mutu) beton yang telah mengeras di lapangan atau di laboratorium.

Gambar tidak tersedia

Universal Testing Machine

Menentukan sifat-sifat mekanis material seperti kuat tarik (tensile strength), kuat tekan (compressive strength), kuat lentur (flexural/bending strength), modulus elastisitas, serta regangan (strain) dan tegangan (stress).