Lab Transportasi
LT

Lab Transportasi

Lokasi: Ruang D 101

Laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengujian dan analisis yang berkaitan dengan sistem transportasi.

Peralatan Laboratorium

Daftar peralatan yang tersedia di Lab Transportasi untuk mendukung kegiatan praktikum dan penelitian.

Gambar tidak tersedia

Penetrometer

Menentukan tingkat kekerasan aspal dengan mengukur kedalaman penetrasi jarum standar ke dalam sampel aspal. Nilai penetrasi yang tinggi menunjukkan aspal lebih lunak.

Gambar tidak tersedia

Ring and Ball

Menentukan suhu pada saat aspal mulai melunak dan mencapai derajat kelembekan tertentu. Nilai titik lembek sangat penting karena mengindikasikan kepekaan aspal terhadap perubahan suhu dan kemampuannya menjaga konsistensi di bawah suhu tinggi pada perkerasan jalan.

Gambar tidak tersedia

Cleveland Open Cup

Menentukan dua properti termal aspal: Titik Nyala (Flash Point) dan Titik Bakar (Fire Point). Pengujian ini penting untuk memastikan aspal dapat dipanaskan dan dicampur dengan aman di pabrik aspal tanpa risiko kebakaran.

Gambar tidak tersedia

Alat Uji Daktilitas

Mengukur kemampuan aspal untuk meregang atau memanjang sebelum putus saat ditarik, yang merupakan indikasi sifat kohesi dan elastisitas aspal. Aspal yang memiliki daktilitas rendah cenderung mudah retak pada lapisan perkerasan.

Gambar tidak tersedia

Saybolt Furol Viscosimeter

Menentukan kekentalan aspal pada suhu yang relevan dengan proses produksi Hot Mix Asphalt (HMA) dan mengukur suhu optimum pencampuran (Mixing Temperature) serta suhu optimum pemadatan (Compaction Temperature) campuran beraspal panas.

Gambar tidak tersedia

Compactor

Memadatkan campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt/HMA) yang telah dibuat di laboratorium, sehingga terbentuk benda uji silinder (briquette) dengan kepadatan yang terkontrol dan seragam. Benda uji yang dihasilkan kemudian digunakan untuk Uji Marshall, yang bertujuan untuk menentukan Stabilitas (kekuatan) dan Flow (kelenturan) campuran aspal.

Gambar tidak tersedia

Marshall Test

Mengevaluasi sifat mekanik dan volumetrik dari campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt) dengan tujuan untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) pada suatu campuran aspal dengan mengukur dua parameter kritis stabilitas (stability) dan kelelehan (flow).